Jumat, 24 Februari 2012

pengajaran web di ITC uad

Assalamualaiakum. hari sabtu, 25 januari 2012 di ruang ITC Center, saya dan teman2 web reporter biskom UAD, melakukan pelatihan mengenai web dan postibg bwrita di blog fakultas. memang terbilang rumit, namunsaya rasakan berbeda, setidaknya ada perubahan dalam saya melakukan pemostingan berita. buat temen temen semua, jangan lupa ya, sering aja buka blog fakultas sastra UAD,di fsastra.uad.ac.id banyak artikel saya yang saya masukan kesitu. semoga bermanfaat. terima kasih. Wassalamualaiakum.

Selasa, 27 September 2011

hello my friend..

hello my friend.. kenalin, aku bibit disini aku cuma kan share share aja dan saling berbagi cerita gitu ma temen temen semua. selamat bergabung ya...

Selasa, 02 Agustus 2011

yuk! bersepeda gembira bareng bareng..




kalo temen temen siapa saja yang memilikisepeda, sepertinya hal biasa kalo kita melihat orang orang bersepeda sambil rame rame pergi kemana gitu, tapi tahukah, bahwa manfaat bersepeda secara rame rame itu tidak hanya sekedar untuk refreshing saja lho..
dari beberapa sumber yang saya ketahui, maksudnya obrolan ma temen temen gitu.. kalo kita bersepeda secara bersama sama, maka hal penting yang bakal kita dapatkan adalah kbersamaan, keakraban, serta tidak jarang sebuah permusuhan dapat terselesaikan dengan cara mengadakan sepedaan dengan orang yang dulu memusuhi kita, wah.. luar biasa ya..
kalo kita merasa bahwa olahraga itu melelahkan, mungkin lari atau jenis jenis olahraga fisik lainnya, mungkin sepeda termasuk alternatif yang baik buat menggantikannya. soo.. bersepeda bersama sama, secara tidak langsung dapat menghilangkan selain rasa lelah atau buker "bunek kerja". hehe istilah sendiri, Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih panjang di bandingkan dengan orang yang tidak bersepeda, bersepeda lebih efektif dibandingkan dengan senam erobic dan lebih mengasikan.
Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang paling efektif dan murah untuk mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk hidup sehat.

dan yang paling penting..
Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.
wow.. keren ya.. sampai segitunya hasilnya kalo kita bersepeda...
ada lagi nih info.nya, yaitu Hanya dengan 15 menit bersepeda dari rumah ke kantor kita 5 – 6 kali dalam seminggu, kita telah berhasil mengurangi berat badan kita 11 pounds dalam satu tahun.
sebenarnay banyak sekali fungsi sepeda untuk kita, tapi mungkin hanya beberapa saja yang bisa saya utarakan disini, mungkin lain kali saja ya, saya tambah lagi infonuya..
mari bersepeda terus.. tetap semangat bersepeda,
and asyiknya bila bersepeda, ouw ouw..: by RAN. hehe

Selasa, 10 Mei 2011

puisi puisi joko pinurbo

Joko Pinurbo

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi
Piano
: Ananda Sukarlan

Telah kuserahkan hatiku yang merdu
ke dalam tanganmu, piano.
Gubahlah gelisahku menjadi sebuah lagu.

Di padang hening aku terbaring.
Tanganmu yang ramah
menari-nari di atas rusukku,
menggetarkan bilah-bilah igaku.

Tubuhku meronta ketika jari-jari nadamu
menyentuh liang luka di rongga dadaku.
Kudengar gemuruh malam di bukit yang jauh
dan jeritan rendah di lembah yang resah.

Telah kuserahkan cintaku yang merdu
ke dalam tanganmu, piano.
Letupkan nada terakhirmu di jantung rinduku.

(2011)
:: Dokumentasi Puisi Joko Pinurbo
Kunang-kunang
Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang
di bawah pohon cemara di atas bukit.
Ayahnya senang sekali menggendongnya
menyeberangi sungai, menyusuri jalan setapak
yang berkelok-kelok dan menanjak.
Sampai di puncak, mereka membuat unggun api,
berdiang, menemani malam, menjaring sepi.
Ia sangat girang melihat kunang-kunang berpendaran.
"Kunang-kunang itu artinya apa, Yah?"
"Kunang-kunang itu artinya kenang-kenang."
Ia terbengong, tidak paham bahwa ayahnya
sedang mengajarinya bermain kata.

Bila ia sudah terkantuk-kantuk, si ayah segera
mengajaknya pulang, dan sebelum sampai di rumah,
ia sudah terlelap di gendongan.
Ayahnya menelentangkannya di atas amben tua,
lalu menaruh seekor kunang-kunang di atas keningnya.

Saat ia pamit pergi ngembara, ayahnya membekalinya
dengan sebutir kenang-kenang dalam botol.
"Pandanglah dengan mesra kenang-kenang ini
saat kau sedang gelap atau mati kata;
maka kunang-kunang akan datang memberimu cahaya."

Kini ayahnya sudah ringkih dan renta.
"Aku ingin ke bukit melihat kunang-kunang.
Bisakah kau mengantarku ke sana?"
Malam-malam ia menggendong ayahnya
menyusuri jalan setapak menuju bukit.
"Apakah pohon cemara itu masih ada, Yah?"
tanyanya sambil terengah-engah.
"Masih. Kadang ia menanyakan kau
dan kubilang saja: Oh, dia sudah jadi pemain kata."

"Nah, kita sudah sampai, Yah. Mari kita bikin unggun."
Si ayah tidak menyahut. Pelukannya semakin erat.
"Tunggu, Yah, kunang-kunang sebentar lagi datang."
Si ayah tidak membalas. Tubuhnya tiba-tiba memberat.
Ia pun mengerti, si ayah tak akan bisa berkata-kata lagi.
Pelan-pelan ia lepaskan ayahnya dari gendongan.
Ketika ia baringkan jasadnya di bawah pohon cemara,
seribu kunang-kunang datang mengerubunginya,
seribu kenang-kenang bertaburan di atas tubuhnya.
"Selamat jalan, Yah. In paradisum deducant te angeli."

(2010)
:: Dokumentasi Puisi Joko Pinurbo
Cenala
(1)

Saya sedang tamasya di sebuah halaman buku puisi.
Buku puisi itu sedang dibaca seorang penyendiri
di bawah pohon beringin di alun-alun kota.

Saat duduk-duduk di bawah judul puisi, saya terpikat
pada kata celana. Saya penasaran dan segera mendekatinya.
Ternyata itu sebuah tabir besar berbentuk celana.

Saya buka tabir itu dan tahu-tahu saya sudah berdiri
di depan jurang yang merah menganga.
Saat itu juga saya berteriak tolong, tolong….
Karena panik, saya tak sempat menutup kembali tabir itu
dengan sempurna seperti semula.

Si penyendiri yang sedang suntuk membaca itu kaget
mendengar jeritan tolong tolong. Lebih kaget lagi
melihat kata celana telah berubah menjadi cenala.
Ia menoleh ke kanan ke kiri, lalu buru-buru pergi,
persis saat senja sedang terjun ke jurang cakrawala.


(2)

“Bu, mengapa saya diberi nama Cenala?”
“Waktu itu bapakmu sedang di kamar mandi,
sementara aku sedang berjuang melahirkanmu,
ditemani dukun bayi. Bapakmu terlalu gembira
mendengar tangis pertamamu dan ingin segera melihatmu.
Ia tergesa-gesa mengenakan celana sampai-sampai
celananya terbalik. Itulah sebabnya, kau dinamai Cenala.”
“Tapi cenala itu artinya apa, Bu?”
“Jangankan aku, kamus pun tak tahu artinya.
Bapakmu juga tak pernah menjelaskannya.”
“Lalu bagaimana saya dapat mengetahuinya?”
“Almarhum bapakmu punya teman baik,
seorang pengumpul barang-barang antik,
yang pandai membaca tanda. Dia tinggal di Yogya.
Tapi dia sulit ditemui dan belum tentu mau ditemui
secara orangnya tak kalah antiknya. Sebelum wafat,
bapakmu sempat menitipkan sejumlah rahasia padanya.”


(3)

Saya berada kembali di sebuah halaman buku puisi.
Buku puisi itu sedang dibaca seorang penyendiri
di bawah pohon mangga di belakang rumahnya.
Saya lihat kata cenala telah kembali menjadi celana.
Saya masih penasaran dan ingin membuka lagi tabirnya.

Tabir terbuka dan tahu-tahu saya sudah terdampar
di sebuah trotoar. Saya lihat beberapa orang pegadang
sedang duduk-duduk mengobrol, bercanda, ngopi
di warung angkringan di remang cahaya.
Saya bertanya-tanya dalam hati: inikah Yogya?

Si penyendiri yang sedang suntuk membaca itu heran
menemukan kata cenala telah berubah menjadi celana.
Ia tertawa antara waras dan gila.
Dan ia lupa bertanya siapakah saya sebenarnya.

(2010)
:: Dokumentasi Puisi Joko Pinurbo
Jendela
Di jendela tercinta ia duduk-duduk
bersama anaknya yang sedang beranjak dewasa.
Mereka ayun-ayunkan kaki, berbincang, bernyanyi
dan setiap mereka ayunkan kaki
tubuh kenangan serasa bergoyang ke kanan ke kiri.

Mereka memandang takjub ke seberang,
melihat bulan menggelinding di gigir tebing,
meluncur ke jeram sungai yang dalam, byuuurrr….

Sesaat mereka membisu.
Gigil malam mencengkeram bahu.
“Rasanya pernah kudengar suara byuurrr
dalam tidurmu yang pasrah, Bu.”
“Pasti hatimulah yang tercebur ke jeram hatiku,”
timpal si ibu sembari memungut sehelai angin
yang terselip di leher baju.

Di rumah itu mereka tinggal berdua.
Bertiga dengan waktu. Berempat dengan buku.
Berlima dengan televisi. Bersendiri dengan puisi.

“Suatu hari aku dan Ibu pasti tak bisa lagi bersama.”
“Tapi kita tak akan pernah berpisah, bukan?
Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma.”

Selepas tengah malam mereka pulang ke ranjang
dan membiarkan jendela tetap terbuka.
Siapa tahu bulan akan melompat ke dalam,
menerangi tidur mereka yang bersahaja
seperti doa yang tak banyak meminta.

(2010)
:: Dokumentasi Puisi Joko Pinurbo
Penyair Muda
Masa muda telah ia rangkum dan ia masukkan
ke dalam tas gendongnya, dua puluh kilogram beratnya.
Pagi-pagi sekali ia pamit kepada pacarnya:
“Aku akan pergi ke puncak Merapi
mencari batu kata paling murni.
Akan kupersembahkan padamu nanti.”

Menyilangkan tangan di dada, si pacar terpana.
“Tega sekali kautinggalkan aku
hanya untuk berburu kata-kata.
Kau tak tahu, kata-kata tak bisa menaklukkan hatiku.
Hanya hati kata yang dapat membuat
dadaku berdenyut dan mataku menyala.”

Tanpa cium berangkatlah ia memburu mimpi.
Tertatih, terjungkal, ia panjati tebing terjal
dan terus mendaki ke puncak tinggi.
Di bawah sana pacarnya galau menanti:
akankah ia kembali atau terperosok ke jurang sepi?

Di sebuah Minggu yang hangat pulanglah ia.
Tubuhnya kusut, wajahnya kumal.
Rambutnya yang lurus berubah ikal.
Di bawah pohon mangga ia bertemu pacarnya.
“Mana batu kata paling murni untukku?
Akan kujadikan hiasan kalungku.”
Ditagih janji, ia tertunduk malu.
“Gunungnya keburu meletus
sebelum aku berhasil mencapai puncaknya.
Aku cuma bawa abunya, dua puluh kilogram banyaknya.”

Antara geli dan haru, si pacar teringat abu
yang dibubuhkan di dahinya di sebuah Rabu. Rabu Abu.
Ia ambil sejumput abu dari tas gendong kekasihnya,
ia oleskan pada jidatnya seraya berkata,
“Puisi pertama adalah abu.“
Merapat sedikit, ia goreskan sebaris ciuman di bibirnya.
“Malam ini kau resmi jadi penyairku,” ucapnya
dan selembar daun mangga jatuh di atas rambutnya.

“Maaf, buah mangganya sudah habis,
tapi aku masih menyimpan kulitnya.”

(2010)
:: Dokumentasi Puisi Joko Pinurbo

Puisi Joko Pinurbo dalam Telepon Genggam Mata

Ada tiga mata bertemu di kafe itu:
matasenja, matakata dan matangantuk.

Matasenja lekas terpejam karena hujan bilang
pertemuan ini memang jatahnya malam.

Matakata minus delapan karena katakata
waduh mabuk berat dihajar kenangan.

Matangantuk merah merindu melihat botol bir
makin penuh dengan air matamu.


Selamat Malam, Kanibal

Kita datang ke perjamuan seperti pernah kita janjikan
Kau sangat lapar, aku ingin kenyang.

Selamat makan. Hujan sangat kanibal: ia habiskan derau hujan sebelum sempat kita cicipi harum hujan.

Ayo minum. Matamu sangat kanibal: mereguk mataku sepenuh ambigu sebelum mataku meneguk matamu.

Apa lagi yang akan kau santap, hai kanibal, bila senja yang belum matang juga lenyap dilahap malam?

Oh ya, masih ada anggur darah. Kita muntah-muntah.
Kau muntah rindu, aku muntah waktu.

Kita pulang membawa sesal. Selamat malam, kanibal!
Kau melenggang ke kiri, aku menghilang ke kanan.
Kita berpisah sebelum sempat saling menghabiskan.

Selesai Sudah Tugasku Menulis Puisi

sebab kata-kata sudah besar, sudah selesai studi, dan mereka harus pergi cari kerja sendiri. ¶ 8:22 PM
Comments:
Jika rendra bertanya tentang kesenyapan puisi modern indonesia suruh dia baca puisi-puisi joko pinurbo!!!!!

Saya ingin sekali menyanyikan lagu yang saya ciptakan dengan menggunakan puisi mas yang secara tak sengaja muncul berupa iklan kolom pakubowono residence di koran kompas 1 atau 2 tahun silam, Rumah Cinta, boleh kah?

Selasa, 03 Mei 2011

segalanya tentang cinta part 2 : mario teguh

Kecintaan adalah kekuatan
yang melebih-lebihkan.

Jika kecintaanmu tidak mendorong
atau menarik mu untuk berlaku berlebihan,
perasaanmu itu bukanlah kecintaan.

Maka pastikanlah kecintaanmu
adalah kepada yang baik dan
untuk melakukan yang baik.

Berhati-hatilah,
karena kecintaan kepada yang buruk
akan membuat mu melakukan semua hal
yang memburukkan kualitas hidupmu sendiri.

Kecintaan adalah perajut impianmu
yang sebetulnya.

Kecintaanmu kepada sesuatu yang baik
akan menciptakan bayangan-bayangan
dalam kesadaran dan tidurmu
mengenai bentuk-bentuk indahnya
di masa depan.

Jika engkau setia kepada kecintaanmu,
ia akan menunjukkan jalan-jalan untuk
sampai ke keindahan masa depanmu,
ia akan juga menjadi jalanmu,
dan ia akan memastikan
bahwa perjalananmu indah.


Kecintaan adalah bayangan surga
dengan aroma bebungaan taman langit,

yang menjadi pelangi pengantar ke surga
bagi dia yang setia kepada kecintaannya

untuk menjadikan dirinya rahmat
bagi sesama dan alam.

Karena yang kau yakini
adalah rahmat bagi alam semesta,

hadiahkanlah hatimu sebagai
pembahagia keluarga dan sesamamu,

dan jadikanlah dirimu pemaju kebaikan
dan pencegah keburukan

segalanya tentang cinta ,mario teguh : part 1

segalanya tentang cinta part 1

Sahabat bisa berubah
menjadi kekasih,
tapi berapa seringkah
kita melihat kekasih yang berpisah
dan menjadi sahabat?

Perpisahan dalam cinta
menorehkan luka dan
perasaan bersalah
pada masing-masing pihak,
karena gagal membuktikan
kepantasannya bagi cinta
yang indah dan langgeng,
yang biasanya diungkapkan
sebagai agresifitas,
agar mereka tak merasa sebagai
yang menggagalkan cinta.

Cinta, cantik dan pelik.

Berhati-hatilah dengan doa
agar diberikan jodoh yang
menerima Anda apa adanya.

Orang yang menerima pasangan
yang apa adanya adalah orang
yang juga apa adanya,
termasuk yang seadanya.

Berhati-hatilah juga
untuk minta segera menikah.

Jika kita belum pantas bagi
pasangan yang baik,
kita akan dinikahkan dengan
pasangan yang belum baik.

Jodoh itu di tangan kita.

Kita yang memilih,
Tuhan yang menyetujui.

Kita memulai semua ini
dengan jatuh cinta,
tapi kemudian lupa bahwa
kita harus meneruskan
rasa cinta itu dalam keikhlasan
untuk memuliakan satu sama lain.

Marilah kita sadari
bahwa keindahan hidup ini
sangat bergantung kepada
keindahan suasana hati kita,
pasangan hidup kita, dan
setiap anggota keluarga kita.

Marilah kita merayakan
kasih sayang dalam keluarga kita.

Bagi jiwa yang
sedang jatuh cinta,
tidak ada pemandangan
yang lebih melukai hati
dan menyadap kering
sari kehidupan dari hatinya,
kecuali menyaksikan
yang dicintainya
jatuh cinta
kepada orang lain.

Cinta harus memiliki.

Dan tidak ada
kekuatan kemanusiaan
yang lebih besar
daripada cinta.

Itu sebabnya,
tidak ada kepedihan
yang lebih pilu
daripada cinta
yang tak dapat memiliki

Seluruh alam menangis
bersamamu,
karena diabaikannya cinta
dan harapan tulusmu.

Dan engkau dibiarkan galau
dalam bimbang antara cinta
dan hakmu untuk hidup
sebagai jiwa mandiri yang berbahagia.

Sesungguhnya,

Engkau sedang menggunakan
rasa mulia yang namanya cinta itu,
sebagai kekuatan untuk
melemahkan dirimu sendiri.

Ingatlah,

Cinta bukanlah ijin untuk
merendahkan harga dirimu.

Kuatkanlah dirimu

Hampir semua wanita
jatuh cinta karena sang pria
banyak berbicara mengenai impian
dan rencana kebesaran masa depannya.

Tapi,
segera setelah mereka menikah
sang pria berhenti berbicara,
tenggelam dalam pikiran dan
kekhawatirannya sendiri
dan tak berupaya membesarkan
hati istrinya.

Maka,
mulailah bercerita lagi dengan ceria,
berbagilah mengenai rencana
pengindahan hidup Anda berdua.

Jatuhlah cinta lagi.

Cinta adalah campuran menggamangkan
antara kemuliaan dan kebinatangan.

Jika kebaikan berkuasa dalam cinta,
maka harapkanlah kehidupan
seindah surga yang akan dibangun
oleh cinta dan kesetiaan antara keduanya.

Tapi,

Jika keburukan yang memimpin,
maka bersiap-siaplah bagi kehidupan
yang pedih karena dikoyak oleh nafsu
dan dihinakankan oleh pengkhianatan.

Cinta tanpa kemuliaan, hanya akan menyiksa.

Mengapa?

Oh,
dia membuatmu jatuh cinta,
dan setelah leleh hatimu
dalam harapan indah bersamanya,

dengan santai dia mengabaikanmu
bak boneka perca yang usang dan lusuh.

Memang tak terperikan
pedihnya pengabaian oleh orang
yang kau cintai,

tapi bukankah ini sebuah berkah
bahwa dibukakan keasliannya
yang keji sekarang,

dan tidak nanti
saat engkau tak mungkin selamat
dari pengkhianatannya?

Bersyukurlah

Mungkin tidak ada cerita
anak manusia yang keindahannya
menembus abad-abad sejarah
seperti cerita mengenai cinta.

Jatuh cinta itu indah
tapi kenikmatannya tak bisa
menandingi kenikmatan dari derita cinta.

Hati tak pernah tersayat lebih dalam,
air mata tak pernah terperas lebih kering,
dan sukma tak pernah lebih dekat ke akhirat,
kecuali dalam kepiluan karena cinta.

Derita cinta, pilunya merasuk sukma.

Kamis, 14 April 2011

kata kata mutiara mario teguh

Saat dimabuk cinta,
kita merasa bahwa insting kita
telah cukup untuk meyakini
bahwa dia adalah belahan jiwa
yang akan membahagiakan kita
sepanjang hidup.

Tapi, kemudian ternyata
bahwa tidak ada penipuan
yang lebih kejam daripada cinta
yang digunakan untuk menyadap
keuntungan sepihak.

Maka, berhati-hatilah
jika Anda sedang dimanjakan oleh cinta,
karena bahkan insting terbaik Anda,
akan mati rasa.

Cinta itu pemujaan. Sehingga logikanya, orang yang dicintai itu tempatnya diatas orang yang mencintai.

Maka orang yang ditolak cintanya, tidak punya tempat turun. Itu sebabnya luka karena ditolak cinta, menyayat sampai kedasar hati.

Derita cinta itu indah sekali, tidak ada keindahan yang lebih dalam pilu-nya, daripada derita cinta.

Maka setiap kali dia mau melupakannya, kita akan gagal melupakan; karena setiap kali kita mau melupakan, kita harus ingat dulu apa yang mau dilupakan.

Untuk itu anda tidak akan mungkin berhasil melupakan derita, terutama derita cinta.

Cobalah lebih bergembira, perasaan gembira itu mengobati banyak hal. Orang bergembira itu disayangi manusia, padahal sayang-nya manusia itu pertanda sayangnya Tuhan.

Untuk itu jangan terlalu sibuk dengan penderitaan, alihkan perhatian anda dengan yang menggembirakan.

Orang yang mengatakan “Cinta itu tidak harus memiliki” biasanya ia sedang menderita, karena ditolak/gagal dalam cinta.

Pilu-nya cinta itu karena cinta harus memiliki. Kalau tidak harus memiliki, tidak ada kata pilu.

Jadi kalau anda jatuh cinta, upayakan memilikinya. Lakukan apapun, untuk menjadikan dia mencintai anda.

Dalam cinta itu selalu menuntut kepantasan. Yang sering sakit hati itu, orang yang tidak pantas dicintai kembali.

Orang yang hidupnya sibuk mencari cinta, lupa membangun kepantasan.

Orang2 yang membangun kepantasan – untuk menjadi suami yang anggun, ayah yang menghebatkan anak2nya, tokoh yang dimuliakann masyarakat – karena memuliakan kehidupan sesama; orang ini akan dicintai lebih dari satu orang yang dibutuhkannya.

Jadi.. jangan syaratkan orang2 yang akan anda cintai. Tetapi bangunlah kepantasan diri untuk layak dicintai.

Cinta itu harus memiliki. Tetapi perlu diingat wanita terbaik dalam kehidupan anda tidak mungkin anda miliki, karena dia sangat mandiri; dan jangan coba2 melukainya apalagi tidak setia.

Begitupun sebaliknya pria terbaik tidak bisa anda miliki, dan jangan perlakukan sembarangan, karena dia sangat madiri; dia sangat tegas bagi yang baik baginya dan yang baik bagi kita.